Cara Memilih Merek Minuman Bubuk yang Enak – Edisi Humor

Merek Minuman Bubuk yang Enak – Membuat merek minuman bubuk itu gampang-gampang-bikin-ngantuk. Kamu pengin terdengar keren, kekinian, relatable, dan tentu saja, bikin orang penasaran padahal baru lihat logonya doang.

Tetapi tenang, kami di sini tidak akan kasih nama pasaran seperti “Minuman Enak 88” atau “Coklat Mantap Jaya Lestari Bersaudara Group”. Yuk, kita bahas cara memilih nama merek minuman bubuk yang enak, namun bukan rasanya, tapi branding-nya!

Tips, bukan ngetip

1. Mulailah dari Diri Sendiri (Tapi Jangan Kasih Nama “Rasa Aku”)

Lihat ke dalam dirimu, kamu lebih suka vibe yang cute, edgy, atau tradisional? Misalnya:

  • Kalau kamu anak aesthetic, maka nama kayak “Sedu” atau “Sruput” bisa jadi pilihan.
  • Kalau kamu suka japstyle, maka “Ocha-Ocha Wow” atau “MatchaMu”.
  • Kalau kamu anak komplek yang sok minimalis, maka “.Drink” (yes, pakai titik biar artsy).

Tapi ingat, jangan pakai nama mantan. Nanti tiap bikin label, kamu jadi baper.

2. Mainkan Imajinasi Lidah, Rasa Bisa Dibaca!

Coba pilih nama yang saat dibaca langsung bikin orang bayangin rasanya. Contoh:

  • “Chocoboom”: Bikin orang langsung mikir ledakan rasa coklat!
  • “Kremilicious”: Creamy dan menggoda? Bisa.
  • “Teh Goyang”: Agak ambigu, tapi pasti viral.

Kalau semua ide mentok, tinggal tambahin “Fresh”, “Brew”, atau “Sip” di belakang kata random, sebagai contoh “BubukSip”, “RasaRasaFresh”, “NgemilBrew”.

3. Uji Coba ke Teman, Jangan Cuma ke Kucing

Setelah kamu punya 3-5 calon nama, kemudian coba uji ke teman. Tapi pastikan teman yang kamu tanya bukan yang selalu bilang “bagus kok” ke semua hal. Pilih yang jujur, walaupun kadang suka menyakitkan.

Kalau mereka bisa mengingat nama merekmu setelah 3 hari tanpa diingatkan, itu tandanya brand-mu nempel! Kalau nggak? Ya, mungkin mereka lebih ingat utangmu.

Baca Juga : Distributor Teruji, Jangan Lewatkan!

4. Hindari Nama yang Bikin Salah Kaprah

Nama boleh unik, tapi jangan sampai bikin orang salah paham. Misal:

  • “Cap Kunyah” untuk minuman? Orang takut minumnya padat.
  • “Bubuk Teriak” mungkin jadi emosian.
  • “Susu Dingin 666” terdengar seperti hasil kolaborasi horor dan kulkas.

Ingat, tujuanmu bikin orang pengen nyoba, bukan panggil dukun.

5. Kalau Jadi Jingle, Enak Nggak?

Coba nyanyikan nama brand kamu ke nada lagu anak-anak. Kalau terdengar catchy dan bikin nagih, selamat: branding kamu punya potensi viral.

Contoh:
“FM Powder, seGERnya bikin GER”

“GERnya kayak kita mandi subuh ngejar cap finGER”

Nama Enak, Bisnis Berani

Jadi, memilih merek bubuk minuman premium itu seperti memilih nama anak, beda dikit, efeknya panjang. Tapi jangan stres. Yang penting unik, mudah diingat, dan bikin penasaran. Sisanya? Tinggal branding, foto aesthetic, dan rajin upload di Instagram tiap jam 10 pagi.

Kalau kamu butuh tempat maklon, kemasan custom, atau ingin produkmu dipuji meski kamu belum jualan, boleh minta bantuan. Tapi nama brand tetap dari kamu, biar bisa bangga bilang:

“Ini lho, brand bikinan gue. Rasanya? Kayak nama mantan, susah dilupain.” 😄

Baca Juga : Merek Bubuk Minuman yang Enak Edisi Beneran

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *