Minuman Serbuk Jaman Dulu Dari Viral Jadi Lawas

Minuman Serbuk Jaman Dulu – Minuman serbuk bukan barang baru di Indonesia. Dari era warung kelontong sampai zaman kafe kekinian, jenis minuman ini selalu hadir, meski tampilannya kerap berubah mengikuti zaman.

Awal Mula di Era 1990-an

Pada masa itu, minuman serbuk identik dengan sachet sederhana berisi susu bubuk, coklat, atau sari buah. Seduh dengan air panas atau dingin, lalu aduk manual, minuman ini jadi favorit anak-anak dan keluarga. Tak perlu banyak topping atau alat modern, cukup satu gelas, satu sendok, dan rasa bahagia sudah bisa terlihat.

Dari Cappucino Cincau hingga Sticky Milk

Seiring waktu, tren minuman serbuk mulai berkembang dan ikut mewarnai kultur ngopi dan jajan di Indonesia. Beberapa momen tren besar yang pernah terjadi di antaranya:

  • Cappucino Cincau (Capcin) – Puncak popularitasnya di awal 2010-an, banyak dijual di pinggir jalan hingga sekolah-sekolah. Perpaduan bubuk cappucino dengan cincau ini menjadi viral karena rasa manis dan teksturnya yang unik.
  • Es Kepal Milo – Tren dadakan yang sempat mengguncang tahun 2018. Bubuk coklat (terutama Milo) disiram ke atas serutan es dengan topping beragam.
  • Bubble Tea, Boba, dan Milk Tea – Berasal dari Taiwan, minuman ini meledak di pasaran Indonesia dengan topping bola-bola kenyal (boba) dan kombinasi susu, teh, serta bubuk perasa.
  • Sticky Milk – Tren yang sedang naik daun, dengan karakteristik susu kental manis dan tekstur minuman yang lebih “lengket” di mulut. Beberapa di antaranya menggunakan serbuk susu premium sebagai dasar.

Baca Juga : Minuman Boba Paling Enak

Di Balik Tren, Serbuk Tetap Jadi Bintang

Meski tren datang dan pergi, serbuk tetap menjadi bahan utama di balik semua minuman ini. Bubuk minuman mempermudah produksi, hemat biaya, dan bisa disesuaikan rasanya sesuai selera konsumen.

Produsen pun kini berlomba-lomba menghadirkan varian baru dari matcha, red velvet, thai tea, taro, sampai rasa lokal seperti klepon dan durian. Bahkan beberapa pelaku UMKM kini mulai meracik serbuk mereka sendiri untuk digunakan di kedai ataupun untuk maklon.

Dulu Nostalgia, Kini Potensi Bisnis

Bagi sebagian orang, minuman serbuk mengingatkan masa kecil. Tapi bagi para pelaku usaha, ini adalah potensi bisnis yang terus berkembang. Dengan strategi branding yang tepat dan inovasi rasa, minuman serbuk bisa terus relevan, bahkan mendobrak pasar minuman kekinian.

Baca Juga : Potensi Bisnis Dari Rumah

Yang Lama Tak Selalu Usang

Minuman serbuk jaman dulu mengajarkan bahwa kepraktisan dan rasa bisa jadi kombinasi abadi. Dari sekadar minuman bekal anak SD, kini ia jadi bahan baku tren viral nasional. Siapa sangka, dari secuil serbuk, bisa lahir gelas-gelas kebahagiaan, baik untuk dikenang, ataupun dijual kembali.

Jika kamu tertarik, kami bisa bantu rekomendasi resep sederhana, lalu eksplorasi rasa hingga ke varian yang bisa kamu pasarkan. Karena dalam dunia minuman, yang bubuk pun bisa jadi primadona.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *