Minuman yang mengandung bola-bola beras ketan yang mengandung kacang bubuk adalah khazanah kuliner tradisional Indonesia. Satu minuman hangat yang khas, menyentuh rasa dan kenangan secara bersamaan. Minuman tersebut terkenal dengan ciri khas berupa bola-bola kenyal dari tepung ketan, berisi kacang tanah tumbuk, dan tersaji dalam kuah jahe hangat, serta sering terdapat taburan kacang bubuk di atasnya. Minuman yang mengandung bola-bola beras ketan yang mengandung kacang bubuk adalah wedang ronde.
Pengaruh Budaya
Wedang ronde berasal dari pengaruh budaya Tionghoa yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal di Jawa. Dalam bahasa Hokkien, sajian ini disebut “tang yuan,” yang berarti bola-bola manis yang dimakan saat musim dingin atau dalam perayaan tertentu. Masyarakat Jawa lalu mengadaptasinya menjadi “wedang ronde”. “Wedang” berarti minuman hangat, dan “Ronde” merujuk pada bentuk bulat dari bola ketan tersebut.
Variasi Minuman yang mengandung bola-bola beras ketan yang mengandung kacang bubuk
Seiring waktu, minuman ini mengalami berbagai penyesuaian bahan dan cita rasa. Kini, ronde tidak hanya berisi kacang tanah, tetapi bisa juga dengan isian gula merah, coklat, bahkan pasta kacang hijau. Meskipun tampilannya sederhana, proses pembuatannya membutuhkan ketelitian, terutama dalam menciptakan adonan ketan yang lembut namun tidak mudah pecah saat perebusan.
Peralihan Tradisional ke Modern
Peralihan dari minuman tradisional ke sajian modern pun semakin terasa. Wedang ronde kini tidak hanya bisa hangat, tetapi juga hadir dalam bentuk minuman dingin atau es ronde. Kuah jahe pun bisa cocok dengan susu, coklat, taro, matcha, atau minuman bubuk kekinian lainnya untuk menarik minat generasi muda. Namun, meskipun mengalami berbagai inovasi, identitas dasar wedang ronde tetap bertahan.
Simbol Minuman yang mengandung bola-bola beras ketan yang mengandung kacang bubuk
Selain sebagai minuman hangat, wedang ronde juga memiliki nilai simbolis. Dalam budaya Tionghoa, sajian ini kerap melambangkan keutuhan keluarga dan harapan baik. Oleh karena itu, wedang ronde sering terdapat dalam acara perayaan seperti Imlek, ulang tahun, atau kumpul keluarga. Nilai kebersamaan ini juga tercermin dalam budaya Jawa, di mana wedang ronde biasa adanya saat malam hari, dalam suasana santai bersama keluarga atau teman.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih menyalahartikan wedang ronde sebagai hanya sekadar minuman. Padahal, keunikan wedang ronde terletak pada kombinasi tekstur, aroma jahe, serta isian kacang yang gurih manis. Mitos bahwa semua minuman bola ketan adalah minuman bubuk instan perlu diluruskan, agar masyarakat lebih memahami dan menghargai warisan kuliner lokal yang sesungguhnya.
Dengan meningkatnya tren makanan tradisional yang dikemas modern, wedang ronde memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih luas. Baik dalam bentuk siap saji di kedai minuman, warung angkringan, hingga produk kemasan instan, minuman ini tetap relevan di berbagai generasi.
Penutup
Sebagai penutup, wedang ronde bukan hanya minuman hangat pengusir dingin, tetapi juga pengingat akan kekayaan budaya dan rasa yang dimiliki Indonesia. Dari tekstur bola ketan yang kenyal, isian kacang yang lembut, hingga kuah jahenya yang menghangatkan, semuanya berpadu menjadi harmoni rasa yang tak lekang oleh waktu.
Meskipun kami belum memiliki Wedang Ronde, tetapi berbagai bubuk minuman premium tersedia di dekat kota Anda !
Baca Juga : Distributor ini Dipakai Ratusan Kedai
Baca Juga : Menu Anti-Mainstream Pendobrak Pasar





